Tak Mudah Memberi Nama

Memberi nama adalah persoalan berat. Begitu yang saya alami. Ketika menyusun kode program ada banyak hal yang perlu diberi nama. Konstanta, variabel, fungsi, prosedur, class, object, file, direktori, dan hal lainnya yang perlu memiliki identitas. Ada banyak panduan yang sudah ditulis oleh banyak programmer berpengalaman. Langkah yang mereka tunjukkan tentu saja baik dan berguna.Tetapi permasalahannya tidak lalu hilang. Bacalah dan pahami panduan dari berbagai sumber tentang memberi nama. Prakteknya, ketika sedang berhadapan dengan keputusan memberi sebuah nama, tetap saja tak mudah.

Kode berikut cukup lazim ditemukan

for (i=0; i<max; i++) {
// kode yang diulang baris 1
// kode yang diulang baris 2
// kode yang diulang baris n
}

Variabel i yang menjadi counter untuk loop punya jejak sejak lama. Menjadi pertanyaan, apakah nama i yang diberikan pada variabel ini baik? Atau sebaliknya, nama i adalah sebuah kebiasaan buruk dalam penamaan? Dalam berbagai panduan, bisa jadi nama i ini tidak mengikuti kaidah yang dianjurkan. Keberatan pertama, namanya terlalu singkat, tidak memberikan gambaran apapun. Tidak memberi kejelasan apa yang sedang diwakili oleh nama i ini. Tapi, apakah untuk sebuah loop sederhana, ada sebuah keharusan untuk tidak menggunakan nama variabel yang singkat?

Misalnya, apakah perlu seperti berikut ini?

for (penghitung=0; penghitung<max; penghitung++) {
// kode yang diulang baris 1
// kode yang diulang baris 2
// kode yang diulang baris n
}

Lagi, ada sejumlah pertimbangan lain yang menyatakan, jika memang nama tersebut mewakili konteks yang tepat pada satu bagian kode, tentu saja itu baik. Bahwa kejelasan, unik, dan sesuai konteks, adalah hal penting yang jadi pertimbangan dalam memberi nama. Tetapi, apakah nama i jadi perlu tersingkir atas nama kaidah tersebut. Atau, jangan-jangan i memenuhi sejumlah kaidah yang baik dalam memberi nama, sehingga nama seperti i, x, y, n, masih tak bisa hilang dari nama yang muncul dalam kode program.

Sekarang dalam sebuah konteks yang lebih spesifik, apakah nama yang baik untuk variabel yang digunakan untuk menyimpan hasil perhitungan rata-rata sejumlah angka? Apakah rata, rata2, rata_2, rerata, ratarata, r, R, rr, avg, average? Nah, ada sekian banyak kemungkinan. Tapi tentu saja pilihan ini bisa menjadi sempit apabila dalam penulisan kode program sudah ada rambu-rambu atau batasan dalam gaya penulisan kode. Sayang, saya berkeyakinan, ini tetap jadi bagian yang sulit.

Apabila dilanjutkan kasus untuk memberi nama variabel rata-rata di atas, dengan asumsi prosesnya berada dalam sebuah fungsi yang pendek, apa yang terjadi jika ternyata ada 2 variabel yang menyimpan nilai rata-rata yang berbeda. Bagaimana memberi nama untuk dua variabel yang memiliki keadaan yang sama? Apakah rata1 dan rata2, rata0 dan rata1, r1 dan r2, rataA dan rataB, avg_1 dan avg_2?

Puyeng kan? Silahkan Anda lanjutkan sendiri 🙂

Author: yanmarshus

Founder kodenesia.com. Penulis kodenesia 71 soal pemrograman.

One thought on “Tak Mudah Memberi Nama”

  1. Perihal {i}. Ada banyak pendapat. Ada yang mengatakan origin latin, fortran, dsb. Menurut sy [0] cenderung sahih. OP menyertakan manuskrip tahun 1836-an.
    Di manuskrip, {i} telah lazim digunakan sebagai variabel iterasi pada kalkulus.

    Sy pribadi tetap konsisten di {i} dkk untuk iterasi. {i} sdh intuitif untuk “iterasi, iteration”. Sedang j,k, dst secara alfabet merupakan lanjutan dari i. Jadi sudah pasti nested setelah i.

    IMO, ibarat seni memilih diksi.
    Yang penting harus intuitif dan konsisten. Tanpa berpikir harus langsung dimengerti apa maksudnya.

    [0] https://stackoverflow.com/a/454413/341959

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *