Generator nomer berpola

Problem

Dibutuhkan pola unik untuk identitas transaksi. Bisa meng-cover setidaknya satu juta transaksi. Hendak dikombinasikan dengan transaksi penawaran, sales order, invoice, dan akuntansi.

Pola harus nyaman dioperasikan. Mudah dibaca, diingat, disalin dari format digital ke fisik / sebaliknya, dientri, di-select, di-copy, di-paste, di-share, taruh semua event yg mungkin terjadi disini.

Brainstorming

Mengingat syarat “nyaman” di atas.  Maka jumlah digit menjadi sangat penting. Makin sedikit makin baik.  Misalnya: Nomer 4321 tentu lebih mudah diingat ketimbang 4456123. Nomer 2783 tentu lebih mudah dibaca dari DFDZ1X9.

Maka hendaknya kita buat pola dengan jumlah digit yang minim. Namun tetap mengcover sebanyak mungkin jumlah transaksi. Komputasi ketika kodefikasi juga harus dibuat “semurah” mungkin.  Jangan sampai sistem jadi lambat karena proses ini. Continue reading “Generator nomer berpola”

6321 Baris

Dalam pengembangan perangkat lunak diperlukan adanya pengukuran. Misalnya waktu eksekusi, besarnya file executable, jumlah baris kode, tingkat kerumitan, dan lain-lain. Dari sekian banyak besaran yang bisa diukur, kita akan lihat satu besaran, yaitu jumlah baris kode.

Banyaknya baris dalam sebuah kode program termasuk besaran yang tidak sulit untuk dihitung. Tinggal lihat semua file kode, lalu hitung semua baris dalam semua file. Demikian saja idenya. Tetapi ide sederhana itu bisa menjadi tidak sesederhana itu. Misalnnya, apakah baris kosong masuk hitungan dalam menghitung banyak baris kode. Tampaknya ide ini kurang tepat, jadi baris kosong diabaikan. Kemudian tentang baris yang berisi komentar, apakah dihitung atau tidak? Nah ini bisa menimbulkan beda pendapat. Biasanya komentar dihitung dan dipisahkan dengan baris yang berisi kode program. Selanjutnya bisa lagi dipersoalkan, apakah baris yang hanya berisi satu karakter dianggap masuk hitungan sebagai satu buah baris kode? Continue reading “6321 Baris”